Kecombrang jadi salah satu bahan masakan yang punya aroma khas dan cukup mudah dikenali. Ada yang langsung suka karena wanginya yang segar, tapi ada juga yang butuh waktu untuk terbiasa dengan aromanya yang kuat.

 

Bunga yang juga dikenal dengan nama honje atau kincung ini biasanya digunakan pada sambal, tumisan, hingga hidangan berkuah. Tidak hanya bunganya, batang muda kecombrang juga sering dimanfaatkan untuk menambah aroma pada masakan.

 

Nah, sebenarnya apa itu kecombrang dan bagaimana cara mengolahnya supaya rasanya makin nikmat? Yuk, kenalan lebih jauh dengan kecombrang beserta ide olahannya berikut ini!

 

Mengenal Kecombrang

Kecombrang adalah tanaman rempah yang masih satu keluarga dengan jahe-jahean. Tanaman ini memiliki bunga berwarna merah muda hingga kemerahan dengan aroma yang sangat khas.

 

Di beberapa daerah, kecombrang juga memiliki nama lain seperti honje, kincung, atau kantan. Bagian yang paling sering digunakan adalah bunga dan batang mudanya. Aromanya segar, sedikit asam, dan memiliki wangi rempah yang cukup kuat.

 

Kecombrang sering digunakan dalam berbagai hidangan seperti sambal, tumisan, nasi goreng, hingga masakan seafood. Selain menambah aroma, kecombrang juga membantu memberikan rasa segar pada masakan.

 

Bentuk bunga kecombrang cukup khas dengan warna merah muda hingga kemerahan dan susunan kelopak yang menyerupai obor. Karena aromanya cukup kuat, penggunaan kecombrang biasanya tidak perlu terlalu banyak agar rasa masakan tetap seimbang.

 

Cara Mengolah Kecombrang

Kecombrang memang punya aroma yang khas dan cukup kuat. Oleh karena itu, cara mengolahnya juga perlu diperhatikan supaya rasa dan wanginya tetap enak saat dimasak.

 

1. Pilih Kecombrang yang Masih Segar

Pilih bunga kecombrang yang warnanya masih cerah, tidak layu, dan belum menghitam. Kecombrang yang segar biasanya memiliki aroma lebih harum dan teksturnya masih renyah. Kalau menggunakan batang mudanya, pilih bagian yang masih muda agar teksturnya tidak terlalu keras.

 

2. Cuci Hingga Bersih

Sebelum diolah, cuci kecombrang di bawah air mengalir untuk membersihkan sisa tanah atau kotoran yang menempel di sela-sela bunga. Karena bentuk bunganya cukup rapat, pastikan semua bagian benar-benar bersih sebelum digunakan.

 

3. Iris Tipis

Kecombrang biasanya diiris tipis agar lebih mudah tercampur dengan masakan dan aromanya lebih keluar. Untuk sambal atau tumisan, irisan tipis membantu rasa kecombrang menyebar lebih merata.

 

4. Gunakan Secukupnya

Aroma kecombrang cukup kuat, jadi penggunaannya sebaiknya jangan berlebihan agar tidak mendominasi rasa masakan. Cukup gunakan sesuai kebutuhan supaya aroma segarnya tetap seimbang dengan bahan lainnya.

 

5. Simpan dengan Benar

Kalau belum langsung digunakan, simpan kecombrang di dalam kulkas dengan wadah tertutup agar tetap segar dan aromanya tidak cepat hilang.

 

Kecombrang menjadi salah satu bahan masakan khas Nusantara yang punya aroma unik dan mudah dikenali. Meski wanginya cukup kuat, kecombrang justru bisa membuat masakan terasa lebih segar, harum, dan menggugah selera jika diolah dengan tepat.

 

Mulai dari tumisan, sambal, hingga nasi goreng, kecombrang cocok dipadukan dengan berbagai bahan makanan. Tidak heran kalau bahan yang satu ini masih sering digunakan dalam berbagai hidangan tradisional maupun kreasi modern.

 

Ide Olahan dari Kecombrang

Kalau bosan dengan nasi goreng biasa, coba tambahkan irisan kecombrang ke dalam nasi goreng. Aromanya yang khas membuat nasi goreng terasa lebih harum dan berbeda. Dengan tambahan Sajiku® Bumbu Nasi Goreng Rasa Ayam, rasa nasi goreng jadi lebih gurih dan praktis dibuat untuk menu sehari-hari.

Kecombrang cocok dipadukan dengan seafood, termasuk cumi. Pada hidangan ini, sambal pedas dipadukan dengan irisan kecombrang yang harum sehingga menghasilkan rasa pedas segar yang menggugah selera. Tambahan AJI-NO-MOTO® membuat rasa sambal jadi semakin mantap dan nikmat disantap bersama nasi hangat.

Resep Terbaru

Resep Terpopuler

Artikel & Tips Terkait